Tampilkan postingan dengan label Hujan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hujan. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Januari 2012

Tersenyum Sendiri Dalam Ceritaku


Oleh. Ahmad SaHid Thea

Bersama rintik kesejukan aku terbangun di subuh itu, kesejukan yang hampir saja buat aku menarik selimutku kembali. Aku sapa Tuhan dengan asmanya serta takbir pengagungan atas segala karunianya padaku. Titik-titik itu terus melaju hingga sang surya tetap enggan menyapaku, mungkin karena ia malu oleh grimis yang sedari subuh menguasai pagi dan tetap menguasainya.

Aku sapa jiwaku sengan seberkas ingatan tentang dirinya (Gadis Impianku). Kuraih Hp tepat di sudut sejadahku (Aku sadari betapa aku telah dikuasai oleh alat komunikasi duniawi yang membuatku selalu ingin menyapanya lebih pagi. Namun, batin ini tak ikhlas karena 13 purnama lalu, di sana ada al-Qur'an dan Tasbih yang selalu mengantarkan gundahku pada sang penggenggam subuh itu).

Kawan...! Tahu Tidak?
Pagi itu aku begitu merindukannya hingga membuat semua ingatanku terpatri menjadi satu dengan dirinya. Senyumku pun tersungging, karena usahaku tuk menghubunginya tetap tak terindakhak. dia tetap tak menjawab panggilanku.

Ingatanku tetap bersamanya...
Dan Tahu tidak kawan...? Hemmmmm
Aku tersenyum kembali karena hampir setengah perjalanku menuju kantor...
Dompetku ketinggalan (Aku hampir melupakan segalanya karena dia).
Aku kembali ke kamar sunyi sahabat kegelisahanku.

Bertemankan hujan yang terus mengguyur, akhirnya aku sampai ke kantor, tepat jam 08:09... telat 9 menit... dan telat 29 menit dari kebiasaanku. Sarapan terlewat karena tak ada waktu lagi..hehehe

Masuk ruangan....
Aku simpan tas, merapihkan berkas-berkas kerja, dan aku ambil alat tulis..... 'N than kutulis cerita yang didalamnya aku tersenyum sendiri..

Bandung, 03 Januari 2012

Rabu, 30 November 2011

Pagi Bertemankan Rintik Hujan

Pagi ini sang mentari sendu, tak ada sinar yang terpancar darinya
Bahkan sejak subuh tadi derai kejernihan embun terganti oleh hujan
Hujan perlahan turun temani langkahku di subuh itu
Langkah penyucian jiwa serta ragaku

Bersimpuh di hadapan Ilahi Rabbi yang kadang aku lalaikan
Sungguh suatu kebodohan yang nyata saat Sang Pemilik jiwa kita abaikan
Taubat telah Rasul ajarkan dan contohkan
Sungguh Surga yang Allah janjikan bagi yang mau melakukannya

Hujan jadi saksi pentaubatanku
Semoga menjadi taubatan Nasuha.... Amiin
Rintik hujan ini akan jadi pengingatku saat kemalasan dan syetan datang menggoda
Innallah Yuhibbuttawaabiina...
Sesunggguhnya Allah Mencintai Orang-orang yang bertaubat.